Friday, December 6, 2013

Banker yang menjadi Pendeta.

Kali ini saya menulis di angkasa raya, di dalam pesawat Garuda yang menerbangkan saya dari Makassar pulang ke Jakarta setelah melayani UNILEVER di event Workshop Distributor se Indonesia Timur, di Makassar 

Saat memasuki Airport Sultan Hassanudin saya sangat kaget melihat dari kejauhan seorang sahabat lama saat masih bekerja di Bank Niaga, namanya Sammuel Zakka (kami lebih sering memanggilnya "SAMMY"). Sammy sedang bersama istri mempersiapkan penerbangan mereka. 

Sebagai sahabat lama, saya melihat Sammy masih tetap bersahaja seperti sejak dulu kami kenal, ramah, baik, sangat santun dan dalam berpenampilan selalu rapi, necis dan profesional. 
Tetapi secara pekerjaan, Sammy kimi sudah berubah. 
Sekarang Sammy sudah menjadi pelayan di ladang Tuhan, Sammy sekarang sudah menjadi seorang pendeta, tepatnya Bapak Pendeta Sammuel Zakka, sebuah keputusan besar yang tidak mudah, meninggalkan karir bankir di bank yang sangat besar dan menjanjikan sebuah perjalanan profesional yg sangat baik. Dan saat bertemu di airport itu, ternyata Sammy baru tiba dari pelayanan di Tanah Toraja dan akan melanjutkan penerbangan pulang ke kota kediamannya di Kendari. 

Inilah yang disebutkan panggilan hidup (calling), pada akhirnya kita akan menuju dan mengikuti panggilan hati kita. Sammy sungguh telah mengikuti panggilan jiwanya dan panggilan Tuhan. 

Karena penerbangan kami masih menunggu kira kira 30 menit lagi, kami melanjutkan berbincang bincang di executive lounge, saat itu saya sempatkan bertanya apa yg Sammy rasakan di pekerjaan saat ini. Sammy menjawab.... saya sangat bahagia, saya happy, apalagi dengan pengalaman bekerja di bank, Sammy menjadi sangat mudah berkomunikasi saat melayani para pelaku pelaku bisnis, dan akhir akhir ini Sammy banyak diundang untuk melayani para pengusaha, lintas kota, lintas provinsi, bahkan lintas negara, dalam waktu dekat Sammy akan berangkat ke Korea untuk melayani ibadah dengan para pelaku bisnis, luaaaar biasaa, pekerjaan di ladang Tuhan mengantar Sammy ke berbagai tempat yang bahkan belum sempat dijalani Sammy selama masa kerjanya di bank. 

Terima kasih Sammy, jalan hidupmu telah menjadi pencerahan bagi saya, bahwa pada akhirnya kita akan mengikuti kata hati kita, seberat apapun kita akan meninggalkan profesi lama kita. 

Selamat melayani Sahabatku, 
Tuhan menguatkan dan menjagamu, kemanapun melayani. 

Perjalanan di udara, Makassar ke Jakarta 
7 Desember 2013. 


Sunday, November 3, 2013

Siapa yang menabur, dia yang menuai

Kiriman seorang Sahabat yang baik.., 

--- 

Satu pohon dapat membuat jutaan batang korek api, tapi satu batang korek api juga dapat membakar jutaan pohon. Jadi, satu pikiran negatif dapat membakar semua pikiran positif. 

Korek api mempunyai kepala, tetapi tidak mempunyai otak, oleh karena itu setiap kali ada gesekan kecil, sang korek api langsung terbakar. Kita mempunyai kepala, dan juga otak, jadi kita tidak perlu terbakar amarah hanya karena gesekan kecil. 

Ketika burung hidup, ia makan semut. Ketika burung mati, semut makan burung. 
Waktu terus berputar sepanjang zaman. Siklus kehidupan terus berlanjut. 

Jangan merendahkan siapapun dalam hidup, bukan karena siapa mereka, tetapi karena siapa diri kita. Kita mungkin berkuasa tapi WAKTU lebih berkuasa daripada kita. Waktu kita sedang jaya, kita merasa banyak teman di sekeliling kita. Waktu kita jatuh, kita baru tahu siapa sesungguhnya teman kita. Waktu kita sakit, kita juga baru tahu bahwa sehat itu sangat penting, jauh melebihi HARTA. 

 Ketika kita tua, kita baru tahu kalau masih banyak yang belum dikerjakan, dan setelah di ambang ajal, kita baru tahu ternyata begitu banyak waktu yang terbuang sia-sia.

 Hidup tidaklah lama, sudah saatnya kita bersama-sama membuat HIDUP LEBIH BERHARGA, saling menghargai, saling membantu dan memberi, juga saling mendukung. 

Jadilah teman perjalanan hidup yg tanpa pamrih dan syarat.  
Believe in "Cause and Effect" Apa yang ditabur, itulah yang akan kita tuai. 

Jakarta 3 Nopember 2013

Monday, October 14, 2013

HIDUP ADALAH PETUALANGAN

 

HIDUP ADALAH PETUALANGAN 

PETUALANGAN “MENGEJAR” MASA DEPAN

 

Petualangan. Sebuah kata yang memiliki konotasi yang powerful untuk membangkitkan adrenalin seseorang. Ketika mendengar kata “Petualangan”, mungkin akan banyak terbersit persepsi yang berkembang di kepala setiap orang. Tentunya dengan gambaran mental yang berbeda. 


Hidup, pada dasarnya adalah sebuah petualangan  dan “pendakian” yang menyenangkan. Jalan terjal dan berliku, adalah bagian dari perjalanan tersebut. Kesulitan yang menghantam, adalah bagian dari pembentukan sosok pribadi tangguh dan kuat.  “ Semua kesulitan tersebut, sesungguhnya merupakan kesempatan bagi jiwa kita untuk tumbuh” (John Gray). 


Jenis petualangan manusia, bisa berbeda. Ada yang berpetualang di jalur karyawan. Ada yang berpetualang menjadi professional. Ada yang berpetualang menjadi pengusaha. Ada juga yang menjadi INVESTOR. Masing-masing peran, memiliki konsekuensi logis yang seharusnya sudah diketahui dan disadari. Tatkala disadari, maka apa yang kita lakukan akan maksimal alias tidak setengah-setengah.

​

Saat anda menetapkan sebuah peran yang akan kita ambil, tetapkan dan buatlah  sasaran di masa depan. Ini menjadi sebuah petualangan tersendiri yang sarat dengansesuatu yang menggairahkan. 


Saat menjadi karyawan, jadilah karyawan dengan kualitas nomor 1. 

Saat jadi pengusaha, jadilah pengusaha No 1. 

Walaupun bukan nomor 1, tapi hujamkan dalam diri untuk memberikan kualitas kerja yang terbaik. 


Hidup ini layaknya seperti sebuah film. 

Mulai dari film anak-anak, film holywood, filmbolywood, film made in Indonesia sekalipun, seringkali menampilkan figur-figur yang begitu mempesona dengan intrik-intrik tertentu yang menggerakkan kita untuk mengikuti sebuah cerita sampai akhir. 

Kenapa? Karena skenario yang bergejolak didalamnya penuh dengan petualangan. Degup jantung akan berdetak lebih kencang tatkala petualangan hampir mencapai klimaks.

Sungguh fantastis ! Nah, bagaimana kalau setiap sekuen waktu yang kita milikipun kita jadikan sebuah “film” petualangan tersendiri. Kita menjadi produser, sutradara, pemain, sekaligus penontonnya. 


Tentunya “film” ini adalah sebuah cerita tentang petualangan yang kita lakukan untuk mengumpulkan prestasi dan kesuksesan, menuju keunggulan yang bermakna bagi diri sendiri dan sesama, untuk mencapai apa yang menjadi impian kita. 


Menganggap hidup seperti sebuah petualangan, akan membuat anda menyadari bahwa setiap langkah yang anda lakukan menuju puncak hanyalah sebagian kecil dari proses untuk mencapai puncak sukses. Anda akan menyadari, bahwa hidup tidak selamanya akan sulit. Sekaligus, hidup tidak akan selamanya nya manis. Ada iramanya sendiri. Setiap irama, bisa anda nikmati karena anda tahu kemana anda akan menuju. 


Saat anda melakukan “petualangan”, pastikan anda siap dengan segala “peralatan” yang diperlukan. Beberapa peralatan yang sangat penting untuk diperhatikan adalah: 


1. MENTAL 

Orang sering mengatakan, untuk bisa sukses, kita harus memiliki Mental Baja. “Ditembak kanan kiri”, tetap tegar. Di terpa kesulitan, tetap tenang. Di sambar gelombang kehidupan, tak bergoyang. Mentalitas ini akan terbentuk, kalau impian kita sudah jelas dan kita sudah sangat jatuh cinta dengan impian kita. 


2. SIKAP. 

 Mungkin sudah terlalu banyak orang yang mengatakan bahwa sikap mental positif sebagai sebuah kunci sukses dalam hidup. Memang demikianlah adanya. Namun tidak hanya itu, ada dimensi lain dari sikap yang perlu kita tumbuhkan dalam diri kita. 


3. PENGETAHUAN. 

Pengetahuan adalah senjata. Tanpa pengetahuan, kita akan mengejar impian seperti kita sedang mencoba untuk menangkap angin. Tentunya, bukan sekedar pengetahuan, namun pengetahuan yang diaplikasikanlah yang kita perlukan dan pengetahuan yang sesuai/searah dengan jalan impian kita. Misalkan saja, saat ini anda adalah seorang Manager Pemasaran. Maka, pengetahuan yang sangaturgent anda miliki adalah pengetahuan tentang management pemasaran, marketing research, dan pengetahuan-pengetahuan lainnya yang berhubungan dengan profesi anda. 


4. KETRAMPILAN 

Kalau pengetahuan adalah “senjata”, sementara keterampilan adalah “cara mempergunakan senjata”. Memiliki senjata, tanpa tahu bagaimana mempergunakannya akan tidak memiliki “kekuatan” yang berarti. Misalkan saja, anda tahu bahasa Inggris itu penting (pengetahuan), tapi anda tidak tahubagaimana untuk berkomunikasi dengan mempergunakan bahasa Inggris (Keterampilan). 


5. Sistem Pendukung Kehidupan (Life Support System) 

Pendukung kehidupan, bisa ada di sekitar kita. Salah satunya adalah keluarga. Kalau anda memiliki impian, lebih baik anda bagi impian anda dengan keluarga. Yakinkan keluarga, bahwa anda bersungguh-sungguh dengan impian anda sehingga mereka dengan mudah dapat memberikan dukungan pada anda. Tanpa dukungan dari orang-orang terdekat yang kita cintai, kita memang mampu untuk mencapai impian yang kita inginkan. Namun, akan lebih mampu lagi kalau ada dukungan dari meREKA. 


Jakarta, 15 Oktober 2014 

SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA

Sunday, October 13, 2013

HIKMAT SECANGKIR COKLAT PANAS...

HIKMAT SECANGKIR COKLAT PANAS (anonim) 

Sekolompok eksekutif muda yang sudah mapan dalam karirnya, sedang berbincang-bincang pada saat reuni dan memutuskan untuk pergi mengunjungi profesor universitas mereka yang sekarang sudah pensiun. 

 Pada waktu mereka berkunjung, pembicaraan mereka berubah menjadi keluhan mengenai stres pada kehidupan dan pekerjaan mereka. Professor itu menyajikan coklat panas pada tamu-tamunya, ia pergi ke dapur dan kembali dengan coklat panas di teko yang besar dan beberapa macam cangkir - porselen, gelas, kristal, dan beberapa cangkir yang biasa-biasa saja, ada beberapa yang mahal, ada beberapa yang cantik - dan mengatakan kepada mereka untuk mengambil sendiri coklat panas tersebut. 


Ketika mereka semua memegang secangkir coklat panas di tangan mereka, professor itu berkata:.... Lihatlah semua cangkir yang bagus, mahal semuanya telah diambil, yang tertinggal hanyalah yang biasa dan yang murah. Adalah normal bagi kalian untuk menginginkan yang terbaik bagi kalian semua, itu adalah sumber dari masalah dan stress kalian. Cangkir yang kalian minum tidak menambahkan kualitas dari coklat panas tersebut. Pada kebanyakan kasus itu hanya menambah mahal dan bahkan menyembunyikan apa yang kita minum. Apa yang kalian inginkan sebenarnya adalah coklat panas, bukan cangkirnya; tetapi secara tidak sadar kalian menginginkan cangkir yang terbaik. Dan kemudian kalian mulai saling melihat dan membandingkan cangkir kalian masing-masing.

Kemudian dia berhenti dan berkata,

Sekarang pikirkan ini:

Kehidupan adalah coklat panas;

Pekerjaan, Uang, dan Kedudukan di masyarakat adalah cangkirnya.

Itu hanyalah alat untuk memegang dan memuaskan kehidupan.

Cangkir yang kau miliki tidak akan menggambarkan, atau mengubah kualitas kehidupan yang kalian miliki.

Terkadang, dengan memusatkan perhatian kita hanya pada cangkirnya, kita gagal untuk menikmati coklat panas yang telah Tuhan sediakan bagi kita.

Tuhan membuat coklat panasnya, tetapi manusia memilih cangkirnya.

Orang-orang yang paling bahagia tidak memiliki semua yang terbaik

Mereka hanya berbuat yang terbaik dari apa yang mereka miliki.

Hiduplah dengan sederhana.

Mengasihilah dengan murah hati.

Memperhatikanlah sesama dengan sungguh-sungguh.

Berbicaralah dengan ramah.

Dan nikmatilah coklat panas kalian!