Sunday, June 29, 2014
Saturday, May 31, 2014
Untuk segala sesuatu berubah, saya berubah terlebih dahulu
Sunday, May 25, 2014
ALL OUT or OUT !!
Orang-orang yang sangat optimis memandang segala masalah sebagai suatu tantangan bagi kecerdasannya, kepintarannya dan keyakinannya Ia terus berpikir, berdoa dan percaya. Ia tahu ada solusi dan akhirnya menemukannya.
Rumus untuk sukses sangatlah sederhana, yaitu: SERIUS.
Tanpa ALL OUT, lebih baik seseorang OUT saja dari apa yang dikerjakannya.
Orang yang tidak ALL OUT di aspek pekerjaan apa pun, pada dasarnya karena ia tidak menghayati. Padahal, pekerjaan bukanlah sekadar tanggung jawab. Namun, ada keagungan yang begitu dalam dari setiap apa yang kita lakukan.
ALL OUT juga memiliki makna “I pay the price”. Saya membayar harganya.
Selain itu, ALL OUT juga dimaknai dengan cinta terhadap pekerjaan yang Anda lakukan.
Poin mengenai pekerjaan penuh cinta ini, menjadi salah satu poin utama dalam buku suci Bhagavad Gita: “Bila Anda tidak melakukan pekerjaan yang Anda cintai, itu berarti Anda sedang menggelapkan jiwa Anda. Karena itu, cintai apa yang sedang Anda kerjakan”.
Pernyataan itu sangatlah menohok ke jantung hati kita. Perlu selalu kita renungkan kembali hakikat kita dalam bekerja. Saat Anda melakukan pekerjaan dengan penuh cinta, tunggulah kejutan-kejutan dalam hidup Anda. Sebuah kehidupan yang sangat menyenangkan. Bukan karena hasil yang Anda dapatkan, namun proses yang Anda lakukan begitu sangat memberikan kebahagiaan tersendiri.
ALL OUT or OUT adalah sebuah mindset. Kerangka berpikir seorang pemenang. Sang pemenang, tidak akan pernah melakukan pekerjaan setengah-setengah. Ia sangat paham, ketika ia harus melakukan sesuatu, ia akan selalu berteriak lantang: “I do whatever it takes”. Saya lakukan apa saja untuk membuat hal ini terjadi. Saya bisa mengatakan orang sales sangat perlu semangat ini. Sales yang berhasil bukan semata mata karena ia pintar dan cerdas, namun karena mentalitas yaitu mentalitas pemenang, mentalitas juara, mentalitas champion.
ALL OUT adalah mengenai mentalitas. Mengenai ketangguhan seorang sales person untuk mengejar goal dan merealisasikan semua mimpi mimpi yang ia sudah tetapkan.
Kesalahan Kesalahan Dalam Berkomunikasi
Cara kita berkomunikasi dengan orang lain adalah sebuah kebiasaan. Karenanya, seringkali kita tidak mengetahui apakah pola percakapan yang kita lakukan sudah baik atau belum baik.
Dalam kehidupan sehari-hari pasti anda sering berkata dalam hati : ”ah tidak enak mengobrol dengan si A, lebih enak saya mencari si B dan mengobrol dengannya.”
Saya tidak tahu anda sendiri masuk ke dalam kategori mana : si A ataukah si B, mudah-mudahan bukan si A karena si A biasanya selalu dijauhi oleh teman-temannya.
Andai saja anda masuk dalam kategori si A, anda tidak perlu khawatir karena pola percakapan yang kurang baik tentu saja dapat diperbaiki. Di bawah ini adalah beberapa kesalahan yang umum dilakukan oleh orang-orang dalam percakapan beserta beberapa solusi untuk memperbaikinya.
1. Tidak Mendengarkan
Sebagian besar orang bukanlah tipikal pendengar yang baik. Ini tentu saja berhubungan dengan ego mereka yang tinggi, yang justru ingin lebih didengarkan dibanding mendengarkan. Dalam setiap percakapan mereka sepertinya tidak tahan menunggu giliran untuk berbicara.
Belajarlah menekan ego anda untuk mendengarkan secara sungguh-sungguh apa yang orang lain katakan.
Ketika anda mengambil sikap untuk mulai mendengarkan, anda sedang membuka jalan untuk terciptanya suatu hubungan (apapun) yang sangat potensial. Namun tetap hindari jawaban singkat “ya” atau “tidak”, karena jika anda seperti itu lawan bicara anda akan memberikan informasi setengah-setengah kepada anda. Antusiaslah terhadap topik yang sedang mereka bicarakan, sebagai contoh, jika lawan bicara anda sedang bercerita tentang pengalamannya mendaki gunung pada akhir minggu lalu, anda dapat bertanya kepadanya :
- gunung apa yang anda daki?
- apa yang ada sukai dari mendaki gunung?
- apa saja yang anda lakukan di atas gunung?
Pertanyaan-pertanyaan semacam itu akan membuat topik percakapan menjadi lebih mendalam, lebih menarik, serta memancing lebih banyak lagi topik untuk didiskusikan. Dan yang tak kalah pentingnya lawan bicara anda mengetahui bahwa anda sungguh-sungguh sedang mendengarkannya. Hal ini tentu saja akan membuat tingkat respek lawan bicara anda bertambah pada anda.
2. Terlalu Banyak Bertanya
Beberapa pertanyaan dapat berarti anda antusias dengan lawan bicara anda, namun terlalu banyak bertanya pun akhirnya menjadi tidak baik karena sepertinya anda sedang menginterogerasi lawan bicara anda, dan dapat membuat mereka menjadi tidak nyaman.
Cobalah gabungkan antara pernyataan dan pertanyaan, misalkan :
- saya pun minggu lalu berakhir pekan dengan memancing bersama teman-teman kerja saya. Apakah anda suka memancing?
3. Kehabisan Topik Untuk Dibicarakan
Dalam percakapan mungkin anda sering merasa kehabisan topik untuk dibicarakan dengan lawan bicara anda, terutama jika anda berbicara dengan seseorang yang baru saja anda kenal. Untuk mencegah hal ini terjadi, ada beberapa saran mengenai topik yang bisa anda bicarakan :
- Seorang bijak pernah berkata “Jangan tinggalkan rumah tanpa membaca surat kabar terlebih dahulu. Jika anda kehabisan topik untuk dibicarakan, anda bisa memulai berbicara tentang berita yang sedang hangat saat ini.”
- Bicarakan tentang sesuatu yang berada disekeliling anda. Mungkin tentang aquarium yang berada dibelakang anda, anak-anak yang sedang bermain di samping anda, atau apapun saja yang memungkinkan untuk dibicarakan di sekeliling anda.
4. Penyampaian yang Buruk
Salah satu hal yang paling penting dalam percakapan bukanlah apa yang anda katakan, melainkan bagaimana anda menyampaikannya. Perubahan dalam kebiasaan ini akan membuat perbedaan besar, karena suara dan bahasa tubuh adalah bagian yang sangat vital dalam percakapan. Beberapa hal dibawah ini untuk anda pertimbangkan :
- Sampaikan dengan perlahan. Ketika anda berbicara tentang suatu hal yang sangat menyenangkan, mudah sekali bagi anda untuk memulai percakapan tersebut dan bahkan anda dapat berbicara dengan sangat cepat. Usahakan anda memperlambat kecepatan bicara anda, karena akan lebih mudah bagi lawan bicara anda untuk mendengarkan dan menangkap maksud yang ingin anda sampaikan.
- Bicaralah dengan suara lantang. Tidak perlu ragu, karena lawan bicara anda memang ingin mendengarkan anda.
- Bicaralah dengan jelas. Jangan seperti bergumam.
- Bicaralah dengan suara yang tidak monoton. Libatkan emosi dalam suara anda.
- Gunakan jeda. Penyampaian dengan perlahan ditambah dengan jeda akan membuat lawan bicara anda lebih perhatian dalam mendengarkan dan suasana pun menjadi lebih rileks.
- Gunakan bahasa tubuh yang baik. Dalam artikel mendatang, saya akan membahas bagaimana menggunakan bahasa tubuh yang baik.
5. Menginterupsi
Apakah yang anda rasakan jika pembicaraan anda dipotong oleh lawan bicara anda? … Ya, lawan bicara anda pun akan merasakan hal yang sama jika anda memotong pembicaraannya. Biarkan lawan bicara anda menghabiskan terlebih dahulu apa yang ingin disampaikan. Itu adalah salah satu bentuk penghargaan anda pada lawan bicara anda. Carilah keseimbangan antara mendengarkan dan berbicara.
6. Keinginan “Selalu Benar”
Orang tidak akan terkesan kepada anda jika anda selalu ingin merasa benar dalam setiap percakapan. Seringkali pembicaraan bukan betul-betul sebuah diskusi. Kadang-kadang kita ingin menjaga mood tetap baik dengan berbicara dengan seseorang. Sebagai contoh : salah satu teman anda ingin bercerita kepada anda mengenai serunya pengalaman berarung jeram sampai-sampai perahu karetnya terbalik. Namun anda malah berbicara bagaimana berarung jeram yang baik. Saya yakin mood teman anda akan langsung berubah.
Duduklah santai, berbicara dan tidak berdebat.
7. Berbicara Tentang Hal-Hal Aneh atau Negatif
Pernahkan anda berkenalan dengan seseorang dan setelah itu ia berbicara tentang hal-hal aneh atau negatif, seperti kesehatannya yang memburuk, cerita pembunuhan, atasannya yang menyebalkan, atau menggunakan bahasa aneh yang hanya ia dan temannya yang mengetahui artinya.
Saya rasa tidak ada manfaatnya berbicara hal-hal aneh atau negatif seperti itu. Orang-orang akan senang berbicara kepada anda jika anda selalu memberikan energi positif dalam setiap kata-kata yang anda keluarkan.
8. Membosankan
Jangan bercerita panjang-panjang tentang mobil anda yang baru saja anda beli atau rumah anda yang baru saja selesai dibangun. Rata-rata orang tidak terlalu tertarik dengan cerita semacam itu, yang terlalu mengekspose kemampuan diri. Carilah topik yang mengarah pada hal-hal yang bergairah atau hal-hal yang lucu misalkan. Bisa juga anda menceritakan tentang pengalaman anda berakhir pekan di puncak kemarin atau rencana anda pada liburan Lebaran mendatang. Intinya adalah sesuatu yang positif. Bukan juga mengeluh tentang atasan atau pekerjaan anda.
Cobalah memberi peran lebih dalam berbicara untuk lawan bicara anda. Kelak anda akan membangun sebuah hubungan yang berkualitas.
Mungkin anda sudah sering mendengar istilah “mengapa Tuhan menciptakan 2 telinga dan 1 mulut? … agar kita lebih banyak mendengarkan dibanding berbicara. :)
9. Tidak Merespon Dengan Baik
Jika seseorang bercerita tentang pengalamannya, jangan sekedar mengangguk atau menjawab dengan kalimat singkat. Terbukalah dan katakan apa yang anda pikirkan. Ekspresikan perasaan anda.
Sebagai penutup, anda tidak harus memperbaiki ke-9 langkah diatas secara sekaligus. Pilihlah kira-kira 3 hal terpenting yang menurut anda perlu diperbaiki dan selama 3-4 minggu anda berusaha melakukan hal tersebut secara terus menerus sampai akhirnya menjadi suatu kebiasaan.
Mudah-mudahan tips percakapan ini bermanfaat bagi anda sehingga kelak anda dapat menjadi teman bicara yang baik bagi teman-teman atau pasangan anda.
DISADUR dan DISARIKAN dai berbagai sumber di internet, Semoga bermanfaat untuk pembaca. Salam.
Friday, April 11, 2014
Kreatif Memecahkan Masalah
Ketika NASA mengirimkan astronotnya ke luar angkasa, mereka menemukan fakta bahwa ternyata pena tidak bisa digunakan pada gravitasi nol (tinta tidak akan tertarik keluar). Untuk memecahkan masalah ini, mereka melakukan penelitian selama kurang lebih 1 dekade dan menghabiskan biaya sebesar $12 juta (setara dengan Rp.120 milyar dengan kurs $1=Rp.10.000,-).
Mereka merancang sebuah pena yang dapat digunakan pada gravitasi nol, menghadap keatas, bahkan di dalam air, pada permukaan apapun (termasuk kaca) dan suhu dingin 300 derajat celcius dibawah nol.
Dan Apa yang orang Rusia lakukan?
Mereka menggunakan pinsil ……
Kasus 2
Salah satu studi kasus yang paling terkenal dalam manajemen Jepang adalah kasus kotak sabun yang kosong, yang terjadi di perusahaan kosmetik terbesar di Jepang.
Apa pesan yang ingin disampaikan dari 2 kasus diatas?
Temukan segala kemungkinan pemecahan-pemecahan masalah dengan sederhana. Mulailah belajar kreatif memecahkan masalah dan selalulah fokus pada solusi, bukan pada masalah.
Friday, March 7, 2014
Liputan dari event Bedah Buku di BI
Sunday, February 2, 2014
Sekilas isi buku VITAMIN S
Sunday, January 19, 2014
MANAGER atau LEADER??
4 PRINSIP DASAR MENJUAL
Monday, December 30, 2013
CARA PEMESAN BUKU "VITAMIN S"
Buku kedua kami VITAMIN "S"
Membuka Tahun Baru 2014, kami akan meluncurkan buku kedua kami berjudul VITAMIN 'S' (101 Sales Magic Inspirations) yg akan dilaunching tepat tanggal 14-1-14 oleh Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama.
Buku ini mengukir sejarah tersendiri, telah terjual 5000 copy melalui pre order, shg saat buku dicetak lgs mendapat stempel BEST SELLER
Sinopsis dan apa kata para endorsment ttg buku ini, silahkan unduhhttp://bit.ly/1dOmBEH
Tahun 2014 tahun penuh tantangan, saya sgt mendorong semua sahabat, pls INVEST IN YOURSELF.
Miliki, baca buku ini, yg akan melambungkan kesuksesan anda tahun 2014
Informasi harga dan cara pemesanan, pada bc berikutnya.
Terima kasih Sahabat.
Monday, December 9, 2013
3 ALASAN SESEORANG BERUBAH
Sebuah perubahan, bisa terjadi karena 3 faktor:
1. Individu berubah, karena ada rasa sakit (Pain)
Ada ancaman yang menyebabkan seseorang harus berubah.
Misalnya: Seseorang mau mengerjakan tugasnya dengan baik karena ada ancaman dipecat/dikeluarkan dari perusahaan.
2. Individu berubah karena rasa senang (Pleasure)
Perubahan karena ada sesuatu yang bisa didapatkannya berupa kesenangan.
Misalnya: Pemberian Bonus.
3. Seorang individu berubah, karena alasan spiritual, yaitu CINTA
Saat seseorang berubah karena CINTA, ia sudah tidak perduli lagi dengan nilai nilai yang sifatnya materialistis. Ia akan bergerak karena ia menganggap apa yang dilakukannya, sebagai sebuah perjalanan spiritual membuat Mahakarya Indah dalam setiap apa yang dikerjakannya.
Bagaimana pilihan Anda berubah?
Saya yakin karena pilihan ke 3, karena Cinta...
Salam hangat
JJ
Jakarta 9 Desember 2013
Sunday, December 8, 2013
PENDERITAAN SEBAGAI RAHIM PERTUMBUHAN
PADA FEBRUARI 1990 Nelson Mandela keluar dari penjara Pulau Robben, Afrika Selatan — Pulau Nusakambangan kalau di Indonesia — sesudah meringkuk selama 27 tahun di tutupan itu. Tokoh pejuang yang lahir pada 1918 ini dipenjarakan sejak 1962 karena aktivitas politiknya melawan rezim apharteid kulit putih.
Di penjara Mandela mengalami penderitaan yang sangat buruk, mungkin paling buruk yang bisa dibayangkan orang: sel kecil tanpa dipan, kerja paksa di siang hari, isolasi jika melawan, lapar sepanjang waktu karena ransum yang selalu minim, siksaan badan dan teror mental, serta rasa sepi berkepanjangan.
Pada tahun pertama di kurungan itu, ibunya meninggal dunia. Beberapa bulan kemudian putra sulungnya tewas dalam sebuah kecelakaan. Tetapi untuk pemakaman kedua kekasihnya itu, Mandela tidak beroleh izin menghadirinya. Lalu, putri bungsunya lahir tahun itu, tetapi Mandela baru diperkenankan melihatnya saat anak itu menginjak usia 17 tahun.
Mandela diisolasi total dari dunia luar. Dalam setahun Mandela hanya boleh menerima satu kunjungan saja, itupun dibatasi cuma tiga puluh menit. Per enam bulan ia hanya boleh menerima dan mengirim satu surat saja. Fotonya dilarang disebarkan. Tujuannya jelas: agar rakyat hitam Afrika Selatan melupakan Nelson Mandela. Sungguh luar biasa penderitaan Mandela. Kita akan maklum saja seandainya Mandela membiarkan dirinya berputus asa dan membusuk hancur oleh rajaman deritanya
Namun, sesudah 27 tahun disiksa, Mandela bukannya membusuk tetapi bertambah segar dan bugar. Mandela bahkan lahir sebagai manusia baru. Tanpa dendam dan sakit hati ia mampu memimpin kaumnya untuk berdamai dengan kaum penindas kulit putih. Mandela bahkan memilih bekerja sama dengan rezim Presiden FW de Klerk meruntuhkan dan membongkar sistem aphartheid itu sendiri.
Pada 1994 Mandela terpilih secara demokratis menjadi Presiden Afrika Selatan; pertama dalam sejarah panjang negeri itu, sesudah tahun sebelumnya Mandela bersama de Klerk dianugerahi Hadiah Nobel untuk Perdamaian. Maka dunia pun tercengang.
Pertanyaan kita, apa sesungguhnya yang terjadi dalam sel penderitaan Mandela sehingga ia bisa berubah lahir batin menjadi manusia baru; yaitu pasir penderitaanya berubah menjadi mutiara kemuliaan?
Menurut saya, sesudah membaca kitab otobiografinya, The Long Walk To Freedom, jawabnya cukup dirangkum dalam satu kalimat saja: Sel penderitaan di penjara Pulau Robben adalah rahim pertumbuhan yang membentuk dirinya, sehingga ketika saatnya tiba, ia pun lahir sebagai manusia baru.
Bagaimana caranya? Nelson Mandela menempuh jalan transendental.
Mandela tidak lagi melihat, merasakan, dan menghayati pengalaman penjara sebagamana biasanya: meremukkan dan menghancurkan sang narapidana, tetapi memilih menggunakan segenap indra batinnya, semua fakultas rohaninya, dan seluruh kapasitas transendentalnya untuk melakoni pengalaman penjaranya secara baru; positif dan konstruktif. Artinya, sel penjara yang bagi kebanyakan orang adalah ruang kematian, oleh Mandela ditransformasikannya menjadi ruang kehidupan, menjadi rahim pembentukan pribadinya yang baru.
Di penjara, Mandela mengubah dirinya dari seorang pejuang radikal yang tidak sabaran, nekat dan berangasan menjadi seorang negarawan yang bijak, berjiwa mulia, berhati pemimpin besar yang matang.
Di penjara, Mandela yang kenyang dengan siksaan penuh kezhaliman itu mentransendensikan seluruh tuntutan rasa keadilannya di dunia ini ke dalam paradigma keadilan Tuhan sehingga ia mampu mengampuni kaum penindas kulit putih itu sebelum seruan minta ampun datang. Berkatalah Mandela: tanpa pengampunan tidak ada masa depan bagi Afrika Selatan.
Di penjara, tanpa ngotot dengan solusi hukum Mandela mengambil tanggung jawab total atas seluruh kondisi yang dihadapinya dengan tidak pernah mau terpancing bertindak di bawah martabat dan harga dirinya sebagai manusia luhur ciptaan Allah. Ia menolak mengeluh atau mengaduh. Tak pernah ia bersikap cengeng. Ia pun pantang bersungut-sungut. Tak sudi ia mengemis belas kasihan dari sipir-sipir penjara walau cuma sepotong. Inilah yang membuat aura dirinya bersinar terang dan memancarkan wibawa moral yang sangat kuat sehingga cahayanya kemudian tidak saja menembus tembok-tembok penjara Pulau Robben tetapi bahkan jauh melampaui Afrika Selatan, sampai ke ujung-ujung dunia yang terjauh. Berkatalah Mandela: siapa pun yang berusaha merampas martabat diriku — entah institusi entah pribadi — kupastikan harus kalah.
Di penjara, menghadapi perlakuan nirmanusiawi dari para sipir, ia terus meneguhkan hatinya, dan dengan menggunakan segenap kecerdasan, keramahan, serta rasa humornya, ia memilih memberikan perlawanan moral tanpa kekerasan mengikuti teladan Mahatma Gandhi dan Martin Luther King. Inilah yang membuat sipir yang paling kejam pun akhirnya tunduk pada wibawanya dan dengan sendirinya menjadi pemimpin yang paling disegani di antara sesama narapidana.
Di penjara, Mandela memperjelas tujuan hidupnya, merenungkan takdir dirinya, dan merumuskan misi perjuangannya dengan sejernih-jernihnya. Berkatalah Mandela: Saya mengabdikan seluruh hidup saya bagi perjuangan rakyat Afrika. Saya berjuang melawan penindasan kulit putih dan akan berjuang juga melawan penindasan kulit hitam. Saya merindukan sebuah masyarakat berkebebasan yang demokratis di mana semua orang bisa hidup bersama dalam sebuah keharmonisan dengan kesempatan yang sama. Demi ideal inilah saya hidup dan akan saya perjuangkan terus hingga terwujud. Namun, jika diperlukan, saya juga bersedia mati demi ideal ini.
Di penjara, Mandela menukik jauh ke tingkat terdalam eksistensinya, ke ruang hatinya yang paling dasar, dan bertemu dengan Sang Penciptanya di sana. Oleh karenanya, hatinya pun menjadi tenteram dan damai. Ia bersaksi: keyakinannya tidak pernah melemah bahwa suatu hari ia akan bebas. Keyakinan inilah yang terus memberinya kekuatan. Berkatalah Mandela: Saya mengalami sendiri, bahwa kita mampu menanggung hal-hal yang sebenarnya tidak tertanggungkan jika kita dapat menjaga semangat juang tetap tinggi, meskipun tubuh ini disiksa. Iman yang kuat adalah rahasia kesanggupan menanggung segala kekurangan. Dan dengan humoris Mandela berujar: Semangatmu bisa penuh meskipun perutmu selalu kosong.
Penderitaan Mandela tidak berhenti sesudah ia menjadi presiden. Pada 1996 Mandela harus bercerai dengan Winnie karena sejumlah kasus kriminal yang menyangkut isteri keduanya tersebut. Namun Mandela, veteran penderitaan itu, bangkit lagi seperti biasa. Pada 1998, saat ulang tahunnya ke-80, Mandela menikahi Graca Machel, janda mantan presiden Mozambique. Bagaikan dongeng dalam buku cerita, demikianlah Mandela tampil menjadi salah satu legenda hidup terbesar abad 20, menurut majalah Time.
Jadi, mengulangi yang saya katakan di awal buku ini: Apabila Anda sedang menderita hari ini, apa pun jenisnya, apa pun sebabnya, bagaimana pun beratnya, saran saya hanya satu: bertahanlah! Bergurulah pada anak kerang. Belajarlah pada Mandela. Bersama Tuhanmu, ubahlah ruang penderitaanmu menjadi rahim yang penuh rahmat. Dan bersiap-siaplah menjadi insan luar biasa, menjadi manusia baru yang berhiaskan kerlap-kerlip mutiara kemuliaan: diri Anda yang baru.
Best Regards.














