Sunday, June 9, 2013

Mengajarkan passion pada anak anda



Suatu hari anak saya Rio complaint ke kami, dia merasa "dipaksa" oleh kami untuk les piano. 
Rio merasa tidak punya bakat di music dia merasa bakatnya adalah di olah raga dan dia meminta berhenti les piano

Sebagai orang tua kami tentu ingin Rio memahami bahwa passion harus di temukan dengan terus menggali, menggali dan menggali.

Akhirnya saya meminta Rio duduk di depan piano dan memainkan satu lagu " BURUNG PIPIT YANG KECIL"
Karena suasana hati Rio yang masih kesal bisa anda bayangkan bagaimana dia memainkan lagu itu, penuh hentakkan tanpa perasaan dan penjiwaan saat memainkannya.

Lalu saya meminta Rio memainkan untuk kedua kalinya ( lagu yg sama) tetapi sambil membayangkan Rio sedang mempersembahkan lagu itu untuk anak yang sedang dalam Operasi penyakit kritis di rumah sakit. 
Apa yang terjadi.....?  Tiba- tiba Rio memainkan lagu itu dengan pernuh perasaan, kelembutan dan penjiwaan.

Kali ke tiga saya minta Rio memainkan lagu yang sama dengan membayangkan Rio mempersembahkan lagu itu untuk TUHAN. 
Tiba - tiba Rio mampu memainkan lagu itu sambil matanya mulai berkaca-kaca, penuh perasaan dan penjiwaan yang sangat dalam sehingga lagu terdengar sangat indah, lembut, syahdu.

Lalu.., saya bertanya ke Rio.... : Apa bedanya permainan pertama, kedua dan ke tiga? 
Jawab Rio: ... yang ke 2 ( apalagi yg ke 3) rio memainkan penuh dengan perasaan.
Segera saya memeluk rio sambil saya bisikkan ..... 
"Terbukti... Rio juga punya kemampuan* di musik khan Nak? (*menyederhanakan kata "Passion" untuk Rio)

Setelah kejadian itu Rio tidak pernah lagi complain tentang les pianonya......

No comments:

Post a Comment