Friday, March 7, 2014

Liputan dari event Bedah Buku di BI

Liputan dari Event Bedah Buku di Bank Indonesia 

Buku : SALES IN YOU 
Penulis : Remaja Tampubolon 
Penerbit : Gramedia 

Orangnya energik dan humoris, namanya “Remaja Tampubolon” biasa dipanggil  “Jaja”.  
Perawakannya sedang, kulit kuning langsat,  wajahnya tampan. 

Siang itu Jaja menjadi nara sumber diacara Meet The Author, bedah buku “Sales In You”, yang diselenggarakan Departemen Pusat Riset dan Edukasi Bank Sentral (PRES) di Perpustakaan Bank Indonesia, pada hari Rabu tanggal 5 Maret 2014. 

Lebih dari 20 tahun berkarir didunia sales perbankan, dari pengalamannya tersebut Jaja melakukan share dengan penuh energi kesegala penjuru. 
Melalui berbagai training dan seminar, baik pada dunia perbankan maupun non perbankan. 



Mengapa dia membagi ilmunya pada orang, itu semuanya didasari semata-mata  karena Tuhan, menurutnya semua yang ia berikan dan lakukan adalah amal dan ibadahnya pada Tuhan. Dan orang yang sukses menurutnya bukan seberapa banyak yang ia terima, tapi berapa banyak yang ia berikan pada orang lain. 



Nilai-nilai yang diwariskan oleh pemimpinnya dulu saat memulai tugasnya didunia perbankan, menjadi modal utamanya untuk meneruskan tongkat pada orang lain. Sebagai pemimpin perbankan, semua pemimpinnya, bukan meninggalkan angka-angka profit, jumlah nasabah, jumlah dana, jumlah pinjaman, tetapi mereka semua meninggalkan “nilai-nilai perusahaan”. Sebuah kalimat yang saat ini semakin langka didengar, dikumandangkan dan dicari. Kebanyakan pemimpin saat ini tidak membentuk dan membangun nilai2 perusahaan, tetapi nilai pribadi untuk menciptakan angka-angka guna memenuhi ambisinya yang ada. 



Semua manusia pernah mendengar kata vitamin. Pengertian vitamin adalah bahan organik yang sangat diperlukan oleh tubuh. Vitamin memiliki peran sebagai pengawal kesehatan dan mencegah penyakit. 

Dia menciptakan vitamin S, “sales”. Apa sih sales itu ? menurut Jaja sales adalah orang-orang yang bergerak, mendapat asupan dari orang-orang yang berpengalaman, dengan harapan menyehatkan. 

Melalui bukunya Jaja membagi pengalaman yang dimiliki. Buku vitamin S ini akan menjadi  sahabat yang memberikan motivasi dan inspirasi dalam perjalanan kita melakukan proses jual diri. Dengan kata lain kita harus bisa menjual diri menjadi aura yang positif  disegala bidang, dengan menerapkannya dalam tindakan bukan menyimpan nilai kita dalam tabung pikiran. Action now, get the result now. 


Selling is a process (menjual adalah proses), yaitu menjalankan rangkaian kegiatan dengan benar, jika kita menjalankan setiap tahapan dalam proses penjualan dengan benar, kita memiliki kesempatan besar untuk dapat menjual dengan lebih baik.  

Selling is all about having good interpersonal communication & relationship (Menjual adalah tentang hubungan dan komunikasi inter-personal). Penjualan adalah masalah kemampuan komunikasi dan membina hubungan. Kita adalah mahluk sosial. Kita membuat keputusan lebih karena emosi dibandingkan rasional. 


Selling is all about discipline, penjual yang berhasil selalu melakukan dengan konsisten dan disiplin hal-hal yang tidak dilakukan oleh penjual yang tidak berhasil. 

Untuk menjadi penjual yang berhasil, maka salah satunya kita harus berubah. Berubah dalam arti yang positif. 


Seseorang mau mengerjakan tugasnya dengan baik karena ada ancaman dipecat dari perusahaan. Perubahan karena ada sesuatu yang bisa didapatkannya berupa kesenangan. 
Seorang individu berubah, karena alasan spiritual, yaitu cinta. Saat seseorang berubah karena cinta, ia sudah tidak perduli lagi dengan nilai nilai yang sifatnya materialistis. Ia akan bergerak karena ia menganggap apa yang dilakukannya, sebagai sebuah perjalanan spiritual membuat Mahakarya Indah dalam setiap apa yang dikerjakannya. Rumus perubahan yaitu Peristiwa(P) + Respon(R) = Hasil (H) 


Saat kita melakukan “petualangan” dalam penjualan, pastikan kita siap dengan segala “peralatan” yang diperlukan. Antara lain mental, sikap, pengetahuan, ketrampilan, dan life support (keluarga). Karena pendukung kehidupan, bisa ada di sekitar kita, salah satunya adalah keluarga. 

Kalau kita memiliki impian, lebih baik kita bagi impian dengan keluarga. Yakinkan keluarga, bahwa kita bersungguh-sungguh sehingga mereka dengan mudah dapat memberikan dukungan. Tanpa dukungan dari orang-orang terdekat yang kita cintai, kita memang mampu untuk mencapai impian yang kita inginkan. Namun, akan lebih mampu lagi kalau ada dukungan dari mereka. 

Mari kita berubah atas dasar cinta, sehingga semua yang kita jual akan menjadi maksimal, tujuannya adalah kepuasan spiritual. Sehingga taka ada batasan kita menjual diri, karena perubahan yang kita lakukan semata-mata adalah untuk kebaikan dan ridho Tuhan Sang Pencipta.

Tulisan ini adalah tulisan Bapak Tubagus Al Amin, salah seorang peserta dinacara tsb. 

Sunday, February 2, 2014

Sekilas isi buku VITAMIN S


Kita semua pernah mendengar kata “vitamin”. 

Dalam sebuah ensiklopedia, pengertian vitamin adalah bahan organik yang sangat diperlukan oleh badan. 

Vitamin memiliki peran sebagai pengawal kesehatan dan pencegah penyakit. Vitamin biasanya disebut sebagai micronutrient. Vitamin dapat membantu pertumbuhan proses protein, karbohidrat dan lemak dalam tubuh. 

Saya menciptakan istilah “Vitamin S”. 
Tentu saja, “Vitamin S” tidak ada dalam daftar gizi. 

Lalu, apa itu “Vitamin S”? 
“S” disini adalah SALES. 

Menurut saya, orang-orang yang bergerak 
dalam bidang sales memerlukan juga suntikan vitamin dari orang yang sudah lama berkecimpung di dunia sales. Untuk itulah buku ini saya maksudkan. 

Harapan saya, buku ini dapat menjadi “vitamin” yang menyehatkan bagi siapa saja yang bergerak di bidang sales. 

Saya sendiri, lebih dari 25 tahun telah mendedikasikan hidup saya untuk dunia sales yang sangat saya cintai ini. Melalui buku ini, saya ingin membagi pengalaman yang saya miliki.

Buku VITAMIN S ini akan menjadi sahabat Anda yang memberikan motivasi dan inspirasi dalam perjalanan Anda melakukan proses penjualan. 

Setiap bab dalam buku ini muncul seperti sebuah suntikan untuk tubuh Anda. 
Saat Anda loyo atau saat Anda malas melakukan aktivitas, bacalah setiap bab dalam buku ini, bisa jadi, Vitamin S ini mampu menjadi pengawal semangat Anda dan menjadi pencegah agar Anda tidak putus asa dalam berproses di bidang sales.

Semoga buku ini bisa Anda nikmati. Saya harap, ia tidak ha- nya menjadi kumpulan teori belaka. Impian saya, kehadirannya mampu membuat Anda menjadi salah satu salesman terbaik di Indonesia bahkan di dunia. 

Saya sangat yakin sekali, setiap bab dari buku ini akan sangat bermanfaat untuk kita semua. Resapi, hayati, jalani. 

Jangan biarkan setiap isinya Anda baca begitu saja. Kalau perlu, ambil buku catatan khusus sehingga jika ada pencerahan, Anda bisa langsung menuliskannya. Kemudian, Anda tindak lanjuti dengan tindakan, karena hanya melalui tindakanlah, manfaat buku ini menjadi nyata.

Sebagai penutup, coba renungkan kata-kata Martin Luther King Junior, 

“Jika kita tidak bisa terbang, kita berlari. 
Jika kita tidak bisa berlari, kita berjalan. 
Jika kita tidak bisa ber- jalan, kita merangkak.” 

Selamat Membaca. 
Semoga bermanfaat.

Penulis : 
Remaja Tampubolon

#untuk pemesanan 





Sunday, January 19, 2014

MANAGER atau LEADER??

MANAGER vs LEADER 

Seringkali peserta pelatihan / seminar mengatakan MANAGER adalah mereka yang berada di level middle management dan LEADER adalah mereka yang berada di posisi / hirarki puncak perusahaan, seperti direksi, komisaris, CEO, dlsbnya. 

Terkadang ada juga peserta pelatihan / seminar yang mengatakan MANAGER dan LEADER sama.

Mari kita telaah lebih lanjut.

MANAGER (manajer) adalah seseorang yang MENGELOLA dan MENGATUR SUMBER DAYA. Sumber daya tersebut dapat berupa uang, asset, orang, stok, metode kerja, dan waktu.

LEADER (pemimpin) adalah orang yang menginspirasi dan memotivasi timnya untuk mencapai lebih.

Seorang MANAGER belum tentu adalah seorang LEADER dan seorang LEADER tidak harus menduduki posisi atau jabatan tertentu.

Anda adalah seorang MANAGER bisa jadi karena Anda ditunjuk / diangkat untuk menduduki posisi tersebut. 

Tetapi anda menjadi seorang LEADER ketika pribadi, karakter, pengetahuan, dan keterampilan Anda dikenali dan diterima oleh mereka yang Anda pimpin. Sehingga bawahan Anda bukan lagi melakukan apa yang Anda minta hanya karena Anda adalah atasan mereka tetapi lebih kepada karena mereka menyukai dan respek terhadap Anda. PENGARUH harus Anda peroleh lewat KEPEMIMPINAN Anda.

Menurut John C. Maxwell, “KEPEMIMPINAN adalah tentang perilaku dan sikap Anda bukan titel. KEPEMIMPINAN adalah tentang PILIHAN atau KEPUTUSAN yang Anda buat bukan TEMPAT atau POSISI yang Anda miliki.”

Orang-orang akan mengikuti LEADER yang mereka kagumi dan hormati. Demikianlah hukum alam bekerja.

Untuk menjadi seorang GREAT LEADER, Anda perlu mengubah paradigma dari “Saya mau JABATAN di mana semua orang mengikuti saya” menjadi “Saya mau menjadi ORANG yang diikuti banyak orang”. Kebanyakan MANAGER merasa sudah berada di zona aman (take for granted), yaitu dengan posisi / jabatan yang dimiliki akan membuat bawahan mereka ‘patuh’ dan mengikuti mereka. Bisa saja bawahan ‘patuh’ dan mengikuti tapi ketika dilakukan karena terpaksa tentu tidak akan bertahan lama atau tidak akan efektif.

Konsekuensi dari hal tersebut adalah Anda harus mengembangkan dan meng-upgrade kemampuan diri Anda terus-menerus sehingga dapat terus menginspirasi dan memotivasi tim Anda untuk mencapai lebih.

Jadi, apakah Anda adalah seorang LEADER atau MANAGER?

4 PRINSIP DASAR MENJUAL

4 Prinsip Dasar Menjual 

1. Selling is a process (Menjual adalah proses) 
Seperti halnya aktivitas lain, penjualan adalah sebuah proses. Penjualan adalah mata rantai dari kegiatan–kegiatan lain. Jika Anda menjalankan rangkaian kegiatan dengan benar, atau jika Anda menjalankan setiap tahapan dalam proses penjualan dengan benar, Anda memiliki kesempatan besar untuk dapat menjual dengan lebih baik

2. Selling is a numbers game (Menjual adalah permainan angka)
Penjualan adalah permainan angka. Sebenarnya, penjualan didasarkan atas Hukum Rata–rata. Lebih banyak prospek, lebih besar kesempatan Anda. Lebih banyak Anda menawarkan, lebih besar kemungkinan Anda melakukan closing. Lebih banyak pelanggan bahagia yang Anda miliki, lebih besar kesempatan bagi Anda untuk memperoleh referensi dari mereka. Ini hanya masalah “semakin banyak….semakin baik.”

3. Selling is all about having good interpersonal communication & relationship (Menjual adalah tentang hubungan dan komunikasi inter-personal)
Penjualan adalah masalah kemampuan komunikasi dan membina hubungan. Kita adalah mahluk sosial. Kita membuat keputusan lebih karena emosi dibandingkan rasional. 

Mari lihat alasan–alasan seseorang menjadi nasabah sebuah perusahaan. Contohnya dalam industri asuransi, proporsinya adalah sebagai berikut :

Membeli karena perusahaannya : 20%
Membeli karena produknya            : 20%
Membeli karena agen asuransinya  : 60 %

4. Selling is all about discipline (Menjual adalah masalah disiplin)
Penjualan adalah masalah disiplin. Inilah perbedaan antara penjual sukses dan penjual tidak sukses: Succesful sales people have learnt to do well thing that unsuccessful sales people do not like to do. Penjual yang berhasil selalu melakukan dengan konsisten dan disiplin hal-hal yang tidak dilakukan oleh penjual yang tidak berhasil. 

Sudah bukan rahasia lagi, penjual yang sukses lebih disiplin dan mereka tetap mengerjakan hal-hal yang seharusnya mereka lakukan (walaupun kadang–kadang mereka tidak menyukainya). 
Di sisi lain, penjual yang tidak sukses akan mencoba mencari 1001 alasan untuk menghindar dari pekerjaan yang seharusnya mereka lakukan, karena mereka tidak suka mengerjakan hal tersebut. 
Sales is often a case of doing what you have to do, not only what you like to do (Penjualan adalah masalah melakukan sesuatu yang harus dilakukan, secara konsisten, tidak hanya sesuatu yang Anda senang untuk melakukannya). 

HAPPY SELLING 
#SALES IN YOU 
#VITAMIN S