Sunday, January 19, 2014

MANAGER atau LEADER??

MANAGER vs LEADER 

Seringkali peserta pelatihan / seminar mengatakan MANAGER adalah mereka yang berada di level middle management dan LEADER adalah mereka yang berada di posisi / hirarki puncak perusahaan, seperti direksi, komisaris, CEO, dlsbnya. 

Terkadang ada juga peserta pelatihan / seminar yang mengatakan MANAGER dan LEADER sama.

Mari kita telaah lebih lanjut.

MANAGER (manajer) adalah seseorang yang MENGELOLA dan MENGATUR SUMBER DAYA. Sumber daya tersebut dapat berupa uang, asset, orang, stok, metode kerja, dan waktu.

LEADER (pemimpin) adalah orang yang menginspirasi dan memotivasi timnya untuk mencapai lebih.

Seorang MANAGER belum tentu adalah seorang LEADER dan seorang LEADER tidak harus menduduki posisi atau jabatan tertentu.

Anda adalah seorang MANAGER bisa jadi karena Anda ditunjuk / diangkat untuk menduduki posisi tersebut. 

Tetapi anda menjadi seorang LEADER ketika pribadi, karakter, pengetahuan, dan keterampilan Anda dikenali dan diterima oleh mereka yang Anda pimpin. Sehingga bawahan Anda bukan lagi melakukan apa yang Anda minta hanya karena Anda adalah atasan mereka tetapi lebih kepada karena mereka menyukai dan respek terhadap Anda. PENGARUH harus Anda peroleh lewat KEPEMIMPINAN Anda.

Menurut John C. Maxwell, “KEPEMIMPINAN adalah tentang perilaku dan sikap Anda bukan titel. KEPEMIMPINAN adalah tentang PILIHAN atau KEPUTUSAN yang Anda buat bukan TEMPAT atau POSISI yang Anda miliki.”

Orang-orang akan mengikuti LEADER yang mereka kagumi dan hormati. Demikianlah hukum alam bekerja.

Untuk menjadi seorang GREAT LEADER, Anda perlu mengubah paradigma dari “Saya mau JABATAN di mana semua orang mengikuti saya” menjadi “Saya mau menjadi ORANG yang diikuti banyak orang”. Kebanyakan MANAGER merasa sudah berada di zona aman (take for granted), yaitu dengan posisi / jabatan yang dimiliki akan membuat bawahan mereka ‘patuh’ dan mengikuti mereka. Bisa saja bawahan ‘patuh’ dan mengikuti tapi ketika dilakukan karena terpaksa tentu tidak akan bertahan lama atau tidak akan efektif.

Konsekuensi dari hal tersebut adalah Anda harus mengembangkan dan meng-upgrade kemampuan diri Anda terus-menerus sehingga dapat terus menginspirasi dan memotivasi tim Anda untuk mencapai lebih.

Jadi, apakah Anda adalah seorang LEADER atau MANAGER?

4 PRINSIP DASAR MENJUAL

4 Prinsip Dasar Menjual 

1. Selling is a process (Menjual adalah proses) 
Seperti halnya aktivitas lain, penjualan adalah sebuah proses. Penjualan adalah mata rantai dari kegiatan–kegiatan lain. Jika Anda menjalankan rangkaian kegiatan dengan benar, atau jika Anda menjalankan setiap tahapan dalam proses penjualan dengan benar, Anda memiliki kesempatan besar untuk dapat menjual dengan lebih baik

2. Selling is a numbers game (Menjual adalah permainan angka)
Penjualan adalah permainan angka. Sebenarnya, penjualan didasarkan atas Hukum Rata–rata. Lebih banyak prospek, lebih besar kesempatan Anda. Lebih banyak Anda menawarkan, lebih besar kemungkinan Anda melakukan closing. Lebih banyak pelanggan bahagia yang Anda miliki, lebih besar kesempatan bagi Anda untuk memperoleh referensi dari mereka. Ini hanya masalah “semakin banyak….semakin baik.”

3. Selling is all about having good interpersonal communication & relationship (Menjual adalah tentang hubungan dan komunikasi inter-personal)
Penjualan adalah masalah kemampuan komunikasi dan membina hubungan. Kita adalah mahluk sosial. Kita membuat keputusan lebih karena emosi dibandingkan rasional. 

Mari lihat alasan–alasan seseorang menjadi nasabah sebuah perusahaan. Contohnya dalam industri asuransi, proporsinya adalah sebagai berikut :

Membeli karena perusahaannya : 20%
Membeli karena produknya            : 20%
Membeli karena agen asuransinya  : 60 %

4. Selling is all about discipline (Menjual adalah masalah disiplin)
Penjualan adalah masalah disiplin. Inilah perbedaan antara penjual sukses dan penjual tidak sukses: Succesful sales people have learnt to do well thing that unsuccessful sales people do not like to do. Penjual yang berhasil selalu melakukan dengan konsisten dan disiplin hal-hal yang tidak dilakukan oleh penjual yang tidak berhasil. 

Sudah bukan rahasia lagi, penjual yang sukses lebih disiplin dan mereka tetap mengerjakan hal-hal yang seharusnya mereka lakukan (walaupun kadang–kadang mereka tidak menyukainya). 
Di sisi lain, penjual yang tidak sukses akan mencoba mencari 1001 alasan untuk menghindar dari pekerjaan yang seharusnya mereka lakukan, karena mereka tidak suka mengerjakan hal tersebut. 
Sales is often a case of doing what you have to do, not only what you like to do (Penjualan adalah masalah melakukan sesuatu yang harus dilakukan, secara konsisten, tidak hanya sesuatu yang Anda senang untuk melakukannya). 

HAPPY SELLING 
#SALES IN YOU 
#VITAMIN S