HIDUP ADALAH PETUALANGAN
PETUALANGAN “MENGEJAR” MASA DEPAN
Petualangan. Sebuah kata yang memiliki konotasi yang powerful untuk membangkitkan adrenalin seseorang. Ketika mendengar kata “Petualangan”, mungkin akan banyak terbersit persepsi yang berkembang di kepala setiap orang. Tentunya dengan gambaran mental yang berbeda.
Hidup, pada dasarnya adalah sebuah petualangan dan “pendakian” yang menyenangkan. Jalan terjal dan berliku, adalah bagian dari perjalanan tersebut. Kesulitan yang menghantam, adalah bagian dari pembentukan sosok pribadi tangguh dan kuat. “ Semua kesulitan tersebut, sesungguhnya merupakan kesempatan bagi jiwa kita untuk tumbuh” (John Gray).
Jenis petualangan manusia, bisa berbeda. Ada yang berpetualang di jalur karyawan. Ada yang berpetualang menjadi professional. Ada yang berpetualang menjadi pengusaha. Ada juga yang menjadi INVESTOR. Masing-masing peran, memiliki konsekuensi logis yang seharusnya sudah diketahui dan disadari. Tatkala disadari, maka apa yang kita lakukan akan maksimal alias tidak setengah-setengah.
Saat anda menetapkan sebuah peran yang akan kita ambil, tetapkan dan buatlah sasaran di masa depan. Ini menjadi sebuah petualangan tersendiri yang sarat dengansesuatu yang menggairahkan.
Saat menjadi karyawan, jadilah karyawan dengan kualitas nomor 1.
Saat jadi pengusaha, jadilah pengusaha No 1.
Walaupun bukan nomor 1, tapi hujamkan dalam diri untuk memberikan kualitas kerja yang terbaik.
Hidup ini layaknya seperti sebuah film.
Mulai dari film anak-anak, film holywood, filmbolywood, film made in Indonesia sekalipun, seringkali menampilkan figur-figur yang begitu mempesona dengan intrik-intrik tertentu yang menggerakkan kita untuk mengikuti sebuah cerita sampai akhir.
Kenapa? Karena skenario yang bergejolak didalamnya penuh dengan petualangan. Degup jantung akan berdetak lebih kencang tatkala petualangan hampir mencapai klimaks.
Sungguh fantastis ! Nah, bagaimana kalau setiap sekuen waktu yang kita milikipun kita jadikan sebuah “film” petualangan tersendiri. Kita menjadi produser, sutradara, pemain, sekaligus penontonnya.
Tentunya “film” ini adalah sebuah cerita tentang petualangan yang kita lakukan untuk mengumpulkan prestasi dan kesuksesan, menuju keunggulan yang bermakna bagi diri sendiri dan sesama, untuk mencapai apa yang menjadi impian kita.
Menganggap hidup seperti sebuah petualangan, akan membuat anda menyadari bahwa setiap langkah yang anda lakukan menuju puncak hanyalah sebagian kecil dari proses untuk mencapai puncak sukses. Anda akan menyadari, bahwa hidup tidak selamanya akan sulit. Sekaligus, hidup tidak akan selamanya nya manis. Ada iramanya sendiri. Setiap irama, bisa anda nikmati karena anda tahu kemana anda akan menuju.
Saat anda melakukan “petualangan”, pastikan anda siap dengan segala “peralatan” yang diperlukan. Beberapa peralatan yang sangat penting untuk diperhatikan adalah:
1. MENTAL
Orang sering mengatakan, untuk bisa sukses, kita harus memiliki Mental Baja. “Ditembak kanan kiri”, tetap tegar. Di terpa kesulitan, tetap tenang. Di sambar gelombang kehidupan, tak bergoyang. Mentalitas ini akan terbentuk, kalau impian kita sudah jelas dan kita sudah sangat jatuh cinta dengan impian kita.
2. SIKAP.
Mungkin sudah terlalu banyak orang yang mengatakan bahwa sikap mental positif sebagai sebuah kunci sukses dalam hidup. Memang demikianlah adanya. Namun tidak hanya itu, ada dimensi lain dari sikap yang perlu kita tumbuhkan dalam diri kita.
3. PENGETAHUAN.
Pengetahuan adalah senjata. Tanpa pengetahuan, kita akan mengejar impian seperti kita sedang mencoba untuk menangkap angin. Tentunya, bukan sekedar pengetahuan, namun pengetahuan yang diaplikasikanlah yang kita perlukan dan pengetahuan yang sesuai/searah dengan jalan impian kita. Misalkan saja, saat ini anda adalah seorang Manager Pemasaran. Maka, pengetahuan yang sangaturgent anda miliki adalah pengetahuan tentang management pemasaran, marketing research, dan pengetahuan-pengetahuan lainnya yang berhubungan dengan profesi anda.
4. KETRAMPILAN
Kalau pengetahuan adalah “senjata”, sementara keterampilan adalah “cara mempergunakan senjata”. Memiliki senjata, tanpa tahu bagaimana mempergunakannya akan tidak memiliki “kekuatan” yang berarti. Misalkan saja, anda tahu bahasa Inggris itu penting (pengetahuan), tapi anda tidak tahubagaimana untuk berkomunikasi dengan mempergunakan bahasa Inggris (Keterampilan).
5. Sistem Pendukung Kehidupan (Life Support System)
Pendukung kehidupan, bisa ada di sekitar kita. Salah satunya adalah keluarga. Kalau anda memiliki impian, lebih baik anda bagi impian anda dengan keluarga. Yakinkan keluarga, bahwa anda bersungguh-sungguh dengan impian anda sehingga mereka dengan mudah dapat memberikan dukungan pada anda. Tanpa dukungan dari orang-orang terdekat yang kita cintai, kita memang mampu untuk mencapai impian yang kita inginkan. Namun, akan lebih mampu lagi kalau ada dukungan dari meREKA.
Jakarta, 15 Oktober 2014
SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA